Showing posts with label Technology & Computering. Show all posts
Showing posts with label Technology & Computering. Show all posts
Berita akan chipset terbaru dari MediaTek Helio X20 akhir-akhir ini semakin sering didengar. Meski telah diperkenalkan lebih dahulu dibanding chipset milik Qualcomm Snapdragon 820, hingga sekarang SoC dengan 10 core ini belum dirilis juga ke berbagai vendor smartphone, lantaran masih dalam tahap perkembangan.


Belum lama ini, beredar sebuah bocoran performa dari chipset Helio X20. Seperti yang diinformasikan oleh Fudzilla, Sabtu (6/2/2016), dari bocoran tersebut nampak skor pengujian yang cukup mengejutkan. Kabarnya pihak Fudzilla mendapatkan secara langsung hasil pengujian ini saat diuji coba. Mereka mengatakan bahwa chipset tersebut kabarnya masih dalam tahap perkembangan.

Bicara soal skor, Fudzilla membandingkan chipset ini dengan dua perangkat berbeda, yang masing-masing mengusung chipset yang berbeda juga, yaitu Qualcomm Snapdragon 820 dan Huawei Kirin 950. Kedua SoC tersebut merupakan jajaran tertinggi yang memiliki performa bersaing. Nah saat disejajarkan dengan MediaTek Helio X20, menggunakan aplikasi pengujian GeekBench, Helio X20 dengan kode penamaan MT6797 Super ini menorehkan hasil 2.109 poin pada pengujian single core.
elio X20 dengan aplikasi GeekBench (Kredit: Fudzilla)

Hasil berbeda didapati dari kedua chipset pesaing Helio X20, dimana pada pengujian single core Qualcomm Snapdragon 820 menorehkan hasil paling tinggi dengan raihan 2.300 poin, dan Huawei Kirin 950 memperoleh poin paling rendah, 1.710 poin. Namun saat pengujian multi core, Helio X20 ini mampu memukul mundur Snapdragon 820, dengan skor 7.006 poin, yang mana Snapdragon 820 hanya menorehkan 5.591 poin. Bahkan Kirin 950 juga unggul dari Snapdragon 820, dengan poin sebesar 6.245.


Pada pengujian multi core Snapdragon 820 kalah dibandingkan kedua kompetitornya mungkin dikarenakan jumlah core pada chipset ini hanya 4 core saja. Tidak seperti Kirin 950 dengan 8 core-nya, dan Helio X20 yang dipersenjatai dengan 10 core alias deca core.

Hal di atas masih bisa berubah, mengingat Helio X20 tersebut masih dalam proses pengembangan. Namun belum tahu apakah Helio X20 ini bakal mengalami gejala overheatseperti kasus Snapdragon 810, karena dari informasi sebelumnya yang beredar, dikatakan banyak vendor yang mulai menarik diri dalam penggunaan SoC Helio X20, dikarenakan isu overheat tersebut.

@beritateknologi.com
Mobile World Congress (MWC) 2016 yang berlangsung di kota Barcelona merupakan ajang tahunan yang menjadi momen para perusahaan teknologi dunia untuk menunjukkan kecanggihan produk miliknya. Dan ajang ini pun jadi momen para startup yang tengah berkembang untuk unjuk gigi. Tak terkecuali adalah startup yang berasal dari dalam negeri.

kredit foto: Kompas Tekno

Menurut informasi yang dilansir dari Kompas Tekno, sebuah startup asal Indonesia pun diketahui berpartisipasi pada ajang tersebut. Adalah dua developer asli Indonesia bernama Anton Nasser dan R. Ari Sudrajat yang nekat untuk menunjukkan kemampuan aplikasi anti spam buatannya di level dunia. Aplikasi tersebut bernama Clean Messaging.

Ari pun mengatakan kalau ajang MWC 2016 ini merupakan momen bagi para developer kecil dan menengah untuk bisa tampil di level dunia. Dan hal inipun juga menjadi salah satu tujuannya. Bersama dengan Anton, dia berharap kalau mereka bisa menarik perhatian operator telekomunikasi ataupun vendor gadget yang selanjutnya bisa dijadikan rekan kerjasama.

Aplikasi Clean Messaging ini merupakan sebuah aplikasi anti spam yang diluncurkan oleh kedua pria ini pada bulan November 2015 lalu. Dan aplikasi ini bisa diintegrasikan pada berbagai jenis perangkat. Termasuk pula bisa dijadikan sebagai sarana filter spam pada smartphone. Terlebih aplikasi ini memberikan berbagai manfaat, termasuk di antaranya menghindarkan pemilik ponsel dari pesan yang mengganggu seperti SMS promosi, penipuan ataupun phising.

Clean Messaging ini juga sudah tersedia di Google Play Store dan bisa diunduh secara cuma-cuma. Ari mengungkapkan kalau pengguna aplikasi anti spam ini sudah mencapai sebanyak 20 ribu orang, mayoritas berasal dari Indonesia. Mereka pun memperoleh pemasukan dari penayangan iklan serta fitur premium tanpa iklan.

@beritateknologi.com




Para pengguna layanan dokumen online milik Google, yakni Google Docs kini semakin dimanjakan. Dalam fitur terbaru yang diluncurkan Google, mengetik ataupun mengedit dokumen di Google Docs pun tak perlu membutuhkan keberadaan keyboard, baik keyboard fisik ataupun digital. Cukup dengan suara, maka dokumen sudah bisa diedit ataupun dibuat.

Untuk memanfaatkan fitur terbaru dari Google Docs ini pun cukup mudah. Pertama, tinggal menuju ke seksi Tool dan di situ akan terdapat opsi Voice Typing. Dan fitur ini untuk sementara hanya bisa digunakan untuk perangkat desktop. Pihak Google masih belum menyediakan fitur keren yang satu ini untuk para pengguna perangkat mobile. Selain itu, fitur ini hanya disediakan Google untuk para pengguna Chrome.

Selanjutnya, untuk mengubah dokumen, pengguna Google Docs pun selanjutnya tinggal menggunakan berbagai jenis perintah suara. Perintah suara pun harus diucapkan dengan pelafalan yang jelas. Menariknya, fitur Voice Typing di Google Docs ini tak hanya bekerja untuk perintah suara berbahasa Inggris. Fitur ini juga mendukung bahasa lainnya, termasuk di antaranya adalah bahasa Indonesia.

Perintah suara yang bisa digunakan untuk menjalankan fitur Voice Typing di Google Docs ini pun bisa dijumpai pada bagian Google Help Center. Bagaimana? Tertarik untuk mencoba fitur baru dari layanan online milik Google ini?

@beritateknologi.com
Seperti yang kita ketahui, sosial media terbesar di dunia, Facebook saat ini memiliki tombol like/suka untuk memberikan reaksi kita terhadap kiriman/posting orang lain. Kini mereka memiliki fitur baru yang disebut ‘reaction’ yang didesain sebagai tombol ‘dislike’, kini akhirnya fitur tersebut dirilis secara global.


Namun fitur ini belum merata ke semua pengguna, secara bertahap pengguna di seluruh dunia akan dapat menggunakannya. Sebelumnya, Facebook juga telah sempat menguji fitur ini di Irlandia dan Spanyol bulan Oktober tahun lalu. Tombol “reaction” tersebut memungkinkan pengguna memilih tujuh emosi, termasuk marah, sedih, dan wow.

Dalam sebuah video yang ditampilkan di blog resmi Facebook, tampak lima tombol hadir sebagai emoticon animasi yang akan muncul ketika pengguna akan memilih tombol ‘like’, untuk Facebook mobile. Di Facebook untuk desktop, lima emoticon itu akan muncul ketika pengguna mengarahkan kursor mouse di dekat tombol ‘like’.

“Kami memahami ini merupakan perubahan yang besar pada Facebook, dan kami sangat mempertimbangkan untuk merilisnya. Lebih dari setahun yang lalu kami melakukan penelitian dan survei global untuk menentukan tipe reaksi apa yang ingin sering dipakai pengguna,” keterangan resmi Facebook yang dikutip dari blog resminya, Kamis (25/2/2016).

Para pengguna Facebook sendiri sudah lama menantikan Facebook memiliki tombol ‘dislike’, dan hal tersebut telah disampaikan sendiri oleh CEO Facebook, Mark Zuckerberg. Meski sempat ragu meluncurkan fitur ini, kini akhirnya Mark meluncurkan fitur tersebut, namun ia berpesan bahwa nantinya fitur ini bukan untuk hal yang negatif, melainkan untuk memberikan beberapa pilihan reaksi saat seseorang melihat suatu kiriman di Facebook.

Sebagai contoh ketika teman kita kehilangan pekerjaannya dan menuliskan status, tentu kurang tepat jika kita menekan tombol like untuk menujukkan rasa empati. Dengan adanya tombol ‘reaction’, maka kita dapat menggunakan reaksi sedih, ketika seseorang mendapatkan musibah untuk menunjukkan rasa empati kita.
@beritateknologi.com


Saat ini sistem operasi mobile sepertinya sedang naik daun, setelah Jide Remix OS yang datang dengan inovasi di mana mereka mengubah sistem operasi robot hijau Android hingga dapat dijalankan pada perangkat PC maupun laptop, lengkap dengan taskbar, multi-windows dan fitur lain seperti yang dapat ditemui pada OS desktop.

Dan kini Remix OS tak sendiri, pasalnya Phoenix OS sudah hadir dengan fitur dan fungsi yang sama dengan Remix OS. Sekarang sepertinya para pengembang Phoenix OS telah menemukan setidaknya satu pasangan hardware untu menjalankan sistem operasi kembangannya itu.

Seperti yang dilansir Liliputing, Sabtu (27/2/2016), Alcatel telah memamerkan perangkat desktop PC all-in-one seluas 17 inci yang menjalankan sistem operasi Android yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menyerupai sistem operasi desktop seperti Windows dan Linux.

Perangkat ini dilengkapi dengan layar sentuh seluas 17,3 inci berjenis IPS dan memiliki resolusi FHD 1080p. Untuk dapur pacunya, perangkat ini disokong oleh chipset MediaTek MT8783T yang telah memiliki prosesor octa core yang disandingkan dengan RAM sebesar 2GB. Untuk kapasitas penyimpannya terdapat memori internal sebesar 32GB dan kapasitas baterai sebesar 10.000mAh.

Sebenarnya perangkat ini telah diperkenalkan sejak bulan September lalu, namun perusahaan tidak menyebutkan jika Alcatel Xess bakal menjalankan sistem operasi kustom yang berbasis Android. Pada bulan Januari lalu, Alcatel membawa unit demo yang menjalankan Phoenix OS ke Consumer Electronics Show 2016, dan minggu ini perusahaan turut serta di Mobile World Congress 2016, dan menunjukkan apa yang dapat dilakukan XESS.

Alcatel Xess diharapkan akan tersedia di Amerika Serikat pada kuartal kedua 2016, dan disusul benua Eropa beberapa bulan kemudian. Nah, apakah perangkat ini bakal hadir di Asia juga? Kita nantikan saja kabar selanjutnya.

@beritateknologi.com


Apa yang dimaksud dengan Mikrotik? dan apa itu Mikrotik?
nah kali ini saya ingin membahas apa sih yang dimaksud dengan Mikrotik yang sering digunakan pada Warnet, Cafe dan usaha-usaha lainnya.

Mikrotik
Ialah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (Software) yang berhubungan dengan sistem jaringan komputer yang berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia. Mikrotik didirikan pada tahun 1995 untuk mengembangkan router dan sistem ISP (Internet Service Provider) nirkabel.

Mikrotik dibuat oleh MikroTikls sebuah perusahaan di kota Riga, Latvia. Latvia adalah sebuah negara yang merupakan “pecahan” dari negara Uni Soviet dulunya atau Rusia sekarang ini. Mikrotik awalnya ditujukan untuk perusahaan jasa layanan Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP) yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi nirkabel atau wireless. Saat ini MikroTikls memberikan layanan kepada banyak ISP nirkabel untuk layanan akses Internet dibanyak negara di dunia dan juga sangat populer di Indonesia. MikroTik sekarang menyediakan hardware dan software untuk konektivitas internet di sebagian besar negara di seluruh dunia. Produk hardware unggulan Mikrotik berupa Router, Switch, Antena, dan perangkat pendukung lainnya. Sedangkan produk Software unggulan Mikrotik adalah MikroTik RouterOS.


Sistem Level Lisensi Mikrotik 
Mikrotik bukanlah perangkat lunak yang gratis jika anda ingin memanfaatkannya secara penuh, dibutuhkan lisensi dari MikroTikls untuk dapat menggunakanya alias berbayar. Mikrotik dikenal dengan istilah Level pada lisensinya. Tersedia mulai dari Level 0 kemudian 1, 3 hingga 6, untuk Level 1 adalah versi Demo Mikrotik dapat digunakan secara gratis dengan fungsi-fungsi yang sangat terbatas. Tentunya setiap level memilki kemampuan yang berbeda-beda sesuai dengan harganya, Level 6 adalah level tertinggi dengan fungsi yang paling lengkap. Secara singkat dapat digambarkan jelaskan sebagai berikut:

Level 0 (gratis); tidak membutuhkan lisensi untuk menggunakannya dan penggunaan fitur hanya dibatasi selama 24 jam setelah instalasi dilakukan.
Level 1 (demo); pada level ini kamu dapat menggunakannya sbg fungsi routing standar saja dengan 1 pengaturan serta tidak memiliki limitasi waktu untuk menggunakannya.
Level 3; sudah mencakup level 1 ditambah dengan kemampuan untuk menajemen segala perangkat keras yang berbasiskan Kartu Jaringan atau Ethernet dan pengelolan perangkat wireless tipe klien.
Level 4; sudah mencakup level 1 dan 3 ditambah dengan kemampuan untuk mengelola perangkat wireless tipe akses poin.
Level 5; mencakup level 1, 3 dan 4 ditambah dengan kemampuan mengelola jumlah pengguna hotspot yang lebih banyak.
Level 6; mencakup semua level dan tidak memiliki limitasi apapun.


RouterBoard 

adalah router embedded produk dari mikrotik. Routerboard seperti sebuah pc mini yang terintegrasi karena dalam satu board tertanam prosesor, ram, rom, dan memori flash. Routerboard menggunakan os RouterOS yang berfungsi sebagai router jaringan, bandwidth management, proxy server, dhcp, dns server dan bisa juga berfungsi sebagai hotspot server.

Ada beberapa seri routerboard yang juga bisa berfungsi sebagai wifi. sebagai wifi access point, bridge, wds ataupun sebagai wifi client. seperti seri RB411, RB433, RB600. dan sebagian besar ISP wireless menggunakan routerboard untuk menjalankan fungsi wirelessnya baik sebagai ap ataupun client. Dengan routerboard Anda bisa menjalankan fungsi sebuah router tanpa tergantung pada PC lagi. karena semua fungsi pada router sudah ada dalam routerboard. Jika dibandingkan dengan pc yang diinstal routerOS, routerboard ukurannya lebih kecil, lebih kompak dan hemat listrik karena hanya menggunakan adaptor. untuk digunakan di jaringan wifi bisa dipasang diatas tower dan menggunakan PoE sebagai sumber arusnya.

Mikrotik pada standar perangkat keras berbasiskan Personal Computer (PC) dikenal dengan kestabilan, kualitas kontrol dan fleksibilitas untuk berbagai jenis paket data dan penanganan proses rute atau lebih dikenal dengan istilah routing. Mikrotik yang dibuat sebagai router berbasiskan PC banyak bermanfaat untuk sebuah ISP yang ingin menjalankan beberapa aplikasi mulai dari hal yang paling ringan hingga tingkat lanjut. Contoh aplikasi yang dapat diterapkan dengan adanya Mikrotik selain routing adalah aplikasi kapasitas akses (bandwidth) manajemen, firewall, wireless access point (WiFi), backhaul link, sistem hotspot, Virtual Private Netword(VPN) server dan masih banyak lainnya.

Berbagai fitur ditawarkan pada mikrotik diantaranya :
  1. Firewall dan NAT
  2. Routing – Static routing
  3. Data Rate Management
  4. Hotspot
  5. Point-to-Point tunneling protocols
  6. Simple tunnels
  7. IPsec
  8. Web proxy
  9. Caching DNS client
  10. DHCP
  11. Universal Client
  12. VRRP
  13. UPnP
  14. NTP
  15. Monitoring/Accounting
  16. SNMP
  17. MNDP
  18. Tools
Fungsi Mikrotik

Pengaturan koneksi internet dapat dilakukan secara terpusat dan memudahkan untuk pengelolaannya.
Konfigurasi LAN dapat dilakukan dengan hanya mengandalkan PC Mikrotik Router OS dengan hardware requirements yang sangat rendah.
Blocking situs-situs terlarang dengan menggunakan proxy di mikrotik.
Pembuatan PPPoE Server.
Billing Hotspot.
Memisahkan bandwith traffic internasional dan local, dan lainnya.
Update and Download Versi Terbaru Photoscape Kesayangan Anda...

Download 
Dropbox

Photoscape 3.6.3 adalah aplikasi grafis yang sangat simpel tapi memiliki banyak fitur penting. Dengan Photoscape Anda dapat menangkap layar/ jendela pada desktop maupun aplikasi yang sedang berjalan, editing foto dengan menambahkan banyak efek, frame (bingkai), mengkonversi gambar, membuat gambar animasi berbentuk GIF, dan beragam fitur lainnya yang dapat disebut juga gabungan dari aplikasi-aplikasi grafis terkemuka seperti Photoshop, dll. Dan aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi yang sering saya gunakan karena penggunaannya yang mudah tapi hasilnya sangat memuaskan.

Key Features
Viewer: View photos in your folder, create a slideshow
Editor: resizing, brightness and color adjustment, white balance, backlight correction, frames, balloons, mosaic mode, adding text, drawing pictures, cropping, filters, red eye removal, blooming, paint brush, clone stamp, effect brush
Batch editor: Batch edit multiple photos
Page: Merge multiple photos on the page frame to create one final photo
Combine: Attach multiple photos vertically or horizontally to create one final photo
Animated GIF: Use multiple photos to create a final animated photo
Print: Print portrait shots, carte de visites(CDV), passport photos
Splitter: Slice a photo into several pieces
Screen Capture: Capture your screenshot and save it
Color Picker: Zoom in on images, search and pick a color
Rename: Change photo file names in batch mode
Raw Converter: Convert RAW to JPG
Paper Print: Print lined, graph, music and calendar paper
Face Search: Find similar faces on the Internet

Download:
 Dropbox
Serial Number

When I was a little boy I read in a science magazine that after year 2000 everybody will have 3D TV. They also mentioned hover cars and family vacations on the moon. Well, they were wrong in most accounts: I drive Toyota hatchback and manned moon exploration is sadly few more decades remote history than it was back then.
But we do have 3D TVs. Well, sort of. We just need to overlook the necessary 3D glasses and pretend that it all makes a better watching experience.
Now you see how important is to have 3D function in Photo Blend.
But seriously, gimmick or not (my vote for gimmick) once you make your composition using different pieces of photos, having 3D option is just a small little step for a man.
The credit for 3D in Photo Blend goes to my father who actually loves Photo Blend but he has a bit uneasy relationship with computers. He thought the3D Rotate icon he saw will make the image somehow 3D so he just called me for the explanation. I explained to him that 'no, it doesn't make the image 3D it just rotates the object as if in 3D but it remains flat as a pancake' to which my father replied: "Why not?".

I used to mess with 3D photos and videos way before it was even remotely cool. (at that time "cool" was still spelled "kool" in a slang, yes it was that far in the ancient history)
We have every ingredient here in Photo Blend, all we need to do is somehow adjust the object in Z axis and then render it as anaglyph or other 3D format. And it makes Photo Blend one step more unique than everything else.
So what is 3D anaglyph?

That's the low-end, old-school of doing 3D images because all you need are those cheap red-blue glasses (they are called red-blue but in fact they are commonly red-cyan as they offer greater color information).
You can print the anaglyphs, you can put them on the web and anybody with the red-cyan glasses can see it in 3D.
Even some movies were done this way (generally a great way to give you a massive headache for the rest of the day).
If you have red-cyan glasses you can look at the image below:


How it works
To get to the 3D mode, press the 3D Export button (or menu File - 3D Export)


In the 3D mode the image will be displayed as 3D anaglyph and you will desperately need 3D red-cyan glasses (look in your drawer or boxes in a basement, the paper version of the glasses were often included with cereals, books or older DVD's).
It is necessary to use the glasses for this function so you can judge the 3D effect in real time.



What you see here is Z depth setting for selected object and Z depth for Backdrop.
As you may see from the small red zero position line, you can move backdrop only to back (not to front) and the object can be moved back or partially forward.

The reason for this arrangement is the edge of the image. An object that crosses edge look pretty weird if it appears floating in front of an screen plane as the edge will break the illusion. Therefore you don't want to move backdrop forward at all and you should move the objects forward above the zero plane only if they are all within the frame of the image. Also any object that is moved will create ghosts but objects in the zero plane will appear as normal which could be used as an advantage (the subject of the photo will appear normal even without 3D glasses)
See the images below (use your 3D glasses) as an illustration, the left image has backdrop in the zero plane and the horse is floating above the plane (and it unnaturally breaks at the edge corner). The right image has it in reverse, the backdrop is pushed way back and the hose is in zero plane and it looks more as if we look through the window.



Of course having object floating above screen plane is a pretty neat effect, but it should be used mostly with objects that do not cross any edge (there is however a great trick with fake frame - see the end of this chapter).
Tilt
There are Tilt settings for both objects and backdrop.
This will tilt the object/backdrop horizontally and/or vertically.
The very first image uses the vertical tilt for backdrop to give a feel of perspective:


You will see that the backdrop leans from bottom toward back. Same can be for objects, like walls etc.



In general Tilt should be reserved for situations where vertical tilt of background need to be used so the objects would "stand" on the ground.



In the above image, on left we don't use any tilt and the horse will then simply appear floating in the air. The right image tilts the backdrop vertically and also horizontally to go naturally with the scene perspective. The horse had been tilted horizontally with agreement to its own perspective and moved in Z so it "stands" on the ground.
It is important to note that the tilt has to go with the natural perspective of the object. Doing it opposite way confuses the brain and makes the object appear twisted.
Pseudo Relief

As you experiment with the software you will notice that objects would look pancake flat in 3D as if they are cut out of paper. The Pseudo Relief is here to save the day. It will tweak the Z depth to add (completely fake) perception of solid object. It is zero in the middle and goes to minus or plus - some images may look more natural with the slider to minus, some to plus. There is no other way to describe it as this is purely optical trickery.


Anaglyph Settings

One of the problem of red-cyan anaglyph is that they would not correctly show red colors. If you let the color intact (The Basic Color setting) you may see what is called Retinal Rivalry which means any bright red object will confuse your eyes as one eye see it much brighter than the other. To solve this two other options were added, Optimized and Dubois method. They both adjust the red color bit different way with the Dubois method being most advanced.


Left image is Basic color and the red butterfly exhibit Retinal Rivalry (the color of the butterfly "glows"). Middle image is optimized where the reds are make darker, right image is Dubois method that will shift the red to safe hue and compensate also other colors for the color damping effect of red-cyan glasses.
Note: this settings has no effect on S-b-S export.

Double Depth
If your final images will be presented in smaller size (for example sized down on a web page) you will probably want to use Double Depth settings that will multiply the depth perception.
All images on this page used Double Depth, otherwise in their smaller size they will look flatter.
Export
You can finally export the image as Anaglyph or the Side-by-Side format which can be converted to anything else (see below).
There are two settings Web/TV and Print. The Web/TV will quickly export the image within the limits of 1000x1000 pixels, which is great if you want to post it on the web or view it on TV. The second setting will export it as Full image (whatever are the backdrop dimensions) but it will take much longer.




Side-by-Side 3D format
In last couple of years the 3D become popularized with active shutter glasses or using polarized filter glasses. While they provide great color quality unlike the old anaglyphs, you need a special device to view them, you can't use them on web and you can't print them either. (Ok, you can print it with the lenticular printing - which used to be popular in 50's and 60's - you may remember those 3D postcards of flickery images).

Photo Blend exports the SbS format (extension JPS) which stands for side-by-side. (and it is in fact renamed JPG file).
From the SbS you can convert to any other current or future format for viewing on 3D TV or other current or future devices without loss of quality. A great free converter for this purpose is StereoPhoto Maker by Masuji Suto & David Stykes that keeps track of all the seasonal 3D formats different makers like to use (like Sony TV's or Nintendo 3D etc..)
S-b-S export looks like this:


Tricks of the trade
Looking around the internet you may get some nice ideas about interesting looking Anaglyphs.
One of the neat trick to be able to use floating object above screen without the crossing edge problems is a fake frame. Add a neutral mask to the zero depth to mask out the edges around the whole scene and then add a practical frame object that is floating above all the objects. This will create the "objects in window" effect, but the whole window and some of the objects will be floating in front of the screen!


In the image above I created the scene where the horse floats out of the screen, then created the grayish/bluish surrounding mask - simply a whole rectangle of some solid bitmap where I hollowed the middle keeping thick edges, set it to zero depth, then created a frame object and placed it in positive depth jumping out of the screen. Pretty neat.

3D glasses tip
The foldable paper 3D red-cyan glasses can be bought very cheap in bulk (20 cents/unit), so in fact you can create your own new years 3D card, print it and mail it with the glasses.

It is important to note that in most ebay ads the red-cyan glasses are simply called red-blue now. However on some rare occasions you may find the red-blue to be really red and pure blue glasses (you don't want those as they don't offer color rendering) so if in doubt ask the seller.
Some red-cyan glasses are called anachrome which have bit different hues to give warmer perception. They do work, but may exhibit little more ghosting than the red-cyan.
I hope one day we will see fully optically correct 3D display without the need of any glasses. And hover cars to go with them.

Note: Full A Personal Introduction

Torrent adalah file extension dari aplikasi protokol BitTorrent yang berjalan pada Peer-to-Peer atau lebih dikenal dengan istilah "p2p protocol", mendownload dengan torrent sama halnya mendownload melalui http port, hanya saja bedanya terdapat pada cara mendownload packet, jika http menggunakan satu port pada single TCP socket dan pada port tertentu(port 80), BitTorrent menggunakan TCP socket yang berbeda-beda dan juga menggunakan random port pada setiap koneksi, ingin tahu lebih lanjut?...
Apa itu torrent?
Mudahnya begini: Kalau biasanya kita mendownload sebuah aplikasi atau software dariDownload.com kita akan mendownload file tersebut dari server Download.com, secara tidak langsung mereka dengan harus menyediakan file tersebut untuk bisa di download banyak orang, bisa kita bayangkan jika dalam satu waktu ada 100 ribu orang yang mendownload file tersebut secara bersamaan dari situs Download.com, berapa bandwidth yang mereka habiskan? (setahu saya)yang pasti akan sangat boros.

Berbeda dengan Bittorrent, secara logika server tetap menyediakan file aplikasi atau software tersebut sebagai sumber untuk di download (server disini bukan berarti sebuah situs ataupun penyedia file, namun dapat juga sebagai seseorang yang mendistribusikan file tersebut) yang terdaftar pada tracker didalam file .torrent, namun bedanya jika sudah ada beberapa orang dari 100 ribu pendownload yang mendownload file tersebut selesai, maka pendownload yang lain tidak perlu mendownload file langsung dari sumbernya, melainkan dapat mengambil bagian atau bits dari beberapa orang yang juga ikut atau yang selesai mendownload file tersebut, orang orang yang selesai mendownload ini biasanya di sebut seeders, dan yang mendownload dari seeders ini biasa di sebutpeers atau leechers, untuk lebih jelas saya berikan sebuah ilustrasi yang saya ambil dari wikipedia.

Ilustrasi BitTorrent data transfer :

Tracker
tracker adalah connection manager yang berfungsi sebagai koordinasi untuk tansportasi data melalui protokol p2p, lebih jelas lihat disini
Peers
Seed/Seeders: pemilik file atau juga sebagai penyedia file.
Leech/Leechers: yang mendownload file.
note: untuk mendapatkan kecepatan download yang baik kita patut untuk memperhitungkan jumlah peers(seeds/leechs, ingat! semakin besar jumlah seeds maka kecepatan mendownload akan tinggi, semakin banyak jumlah leechs maka secara logika kecepatan download akan rendah (diasumsikan kecepatan download terbagi oleh banyaknya jumlah leechs).

Cara Download Dengan u Torrent
Cara Download dengan Torrent bisa di katakan sangat Mudah, berikut ulasan download menggunakan Torrent :
1. Buka Aplikasi U Torrent Anda  Jika Belum Punya Silakan Download Disini Download u Torrent 
 

2. Ambil File Torrent yang ingin Anda Download Bisa Dengan Drag n Drop atau pun dengan Klik File pada     Opsi Jendela Kiri Atas >> add Torrent (Ctrl+O) >> Pilih file Torrent yang akan di download >> klik Ok.


3. Akan Muncul Jendela Seperti di bawa ini :
    Klik Ok, Maka Proses Download Akan Segera Di lakukan
.




Description
Subtitle Workshop is the most complete, efficient and convenient subtitle editing tool. It supports all the subtitle formats you need and has all the features you would want from a subtitle editing program.





DOWNLOAD KOREAN DRAMA
IDM 6.14 Build 3 Preactivated (Tanpa Perlu Registrasi)

Aplikasi download manager terbaik dan terpopuler saat ini yang dapat Anda gunakan untuk download beragam jenis file dengan cepat dan mudah. IDM 6.14 Build 3 yang saya share ini sudah preactivated Anda tidak memerlukan lagi serial number, crack, atau patch untuk aktivasi IDM. Cukup klik 2x pada IDM yang Anda download maka proses install dan aktivasi berjalan secara sendirinya sehingga IDM Anda sudah full version dan anti-blacklist.


IDM 6.14 Build 3


" DOWNLOAD SOFTWARE LAINNYA "




Control Aktivitas aksess Internet mu